BELENGGU ARMIJN PANE PDF

Published in , Belenggu or Shackles in its English reincarnation is widely considered the first modern Indonesian novel. I agree with this assessment. Prior, Indonesian prose focused on the dramatic romances of star-crossed lovers with rotten villains twirling metaphorical moustaches. Granted, early Indonesian literature had cultural and social commentary to make up for the soapy melodrama, but for the most part, novels like Sitti Nurbaya have always elicited eye rolls from my part. Are you an Indonesian writer?

Author:Tojajind Kajimi
Country:New Zealand
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):15 February 2011
Pages:228
PDF File Size:7.7 Mb
ePub File Size:2.11 Mb
ISBN:853-7-65827-242-3
Downloads:92288
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kizil



Goodreads helps you keep track of books you want to read. Want to Read saving…. Want to Read Currently Reading Read. Other editions. Enlarge cover. Error rating book. Refresh and try again. Open Preview See a Problem? Details if other :. Thanks for telling us about the problem.

Return to Book Page. Preview — Belenggu by Armijn Pane. Belenggu by Armijn Pane. Karena cara saya melahirkan keyakinan akan dicela setengah orang? Karena soal yang saya kemukakan, menurut setengah orang mesti didiamkan?

Karena saya akan dihinakan orang? Karena saya akan dimaki? Kalau keyakinan sudah menjadi pohon beringin, robohlah seg "Banyak yang hendak saya nyatakan, apakah yang dapat menghalangi saya, kalau menurut keyakinan saya, saya patut berbicara? Kalau keyakinan sudah menjadi pohon beringin, robohlah segala pertimbangan lain-lain.

Perahu tumpangan keyakinanku, berlayarlah engkau, jangan enggan menempuh angin ribut, taufan badai, ke tempat pelabuhan yang hendak engkau tuju. Berlayarlah engkau ke dunia baru" Armijn Pane Oktober-Desember Get A Copy. Paperback , pages. Published by Penerbit Dian Rakyat first published More Details Original Title. Sukartono , Sumartini , Rohayah. Other Editions 5. Friend Reviews.

To see what your friends thought of this book, please sign up. To ask other readers questions about Belenggu , please sign up. See 1 question about Belenggu…. Lists with This Book. Community Reviews. Showing Average rating 3. Rating details. More filters. Sort order. Start your review of Belenggu.

May 06, Jordan Elang rated it really liked it. Buku yang kontroversial pada zamannya, mengangkat tema perselingkuhan dan pemberontakan perempuan sang istri pada dominasi patriarkis. Banyak hal yang bisa dieksplorasi dari karangan Armijn Pane ini, tapi saya akan mulai dari: Narasi yang diceritakan 'mungkin agak' kurang familier dengan gaya bahasa novel-novel kontemporer, sehingga membutuhkan waktu lebih untuk memahami makna dari maksud penulis.

Gaya bahasa 'Pujangga Baru' pada masanya yang mencoba melepaskan diri dari hegemoni bahasa netherlan Buku yang kontroversial pada zamannya, mengangkat tema perselingkuhan dan pemberontakan perempuan sang istri pada dominasi patriarkis. Gaya bahasa 'Pujangga Baru' pada masanya yang mencoba melepaskan diri dari hegemoni bahasa netherland masih terasa agak sulit untuk dicerna, walaupun begitu, ini tidak menjadi isu yang penting.

Tidak adanya pembabakan waktu yang jelas, menuntut kita untuk lebih cermat dalam membaca. Kehadiran tokoh-tokoh baru yang tanpa narasi awal, atau tanpa pendalaman karakter yang jelas, menjadikan satu-satu nya isu di buku ini yang mengganggu. Tapi hal tersebut dapat di maafkan setidaknya, karena ambisi buku ini kaya akan wacana. Seperti nihilisme, moral values, psikoanalisis hingga post medernism yang bisa dikaji. Yang tentunya melampaui anak zamannya.

Seperti belenggu yang menggempur pembacanya dengan beragam pertanyaan tanpa basa-basi, buku ini bagus untuk dibaca dan tanpa basa-basi! May 06, Diana Afifah rated it liked it. Butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk menyelesaikan roman klasik Indonesia ini. Ditengah terpaan kesibukan yang sangat, akhirnya dalam waktu lebih dari 1 bulan saya menamatkan hingga halaman akhir.

Bagi saya sendiri cukup sulit membaca buku ini karena kata-kata nya yang begitu melangit ditambah banyaknya istilah-istilah khas sastra lama. Disamping keterbatasan-keterbatasan itu, bagi saya tidaklah berlebihan apabila Belenggu karya Armijn Pane ini disematkan sebagai salah satu novel berpengar Butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk menyelesaikan roman klasik Indonesia ini.

Disamping keterbatasan-keterbatasan itu, bagi saya tidaklah berlebihan apabila Belenggu karya Armijn Pane ini disematkan sebagai salah satu novel berpengaruh di zamannya. Pasalnya, ide cerita dan penggambaran karakter yang ada sungguh di luar kebiasaan pengarang-pengarang di zamannya. Armijn Pane disini berhasil membuat suatu terobosan dengan mengangkat tema "emansipasi" yang pada saat itu mungkin masih dianggap sebagai suatu hal yang tabu.

Secara umum, Belenggu berkisah tentang kehidupan rumah tangga dokter Sukartono "Tono" dengan istrinya Sumartini "Tini" yang berjalan kurang harmonis karena adanya "angan-angan" atau "cita-cita" yang terbelenggu harapan masing-masing. Di tengah konflik batin antara keduanya, muncul Siti Rohayah "Yah" yang menjadi sandaran sekaligus penenang Tono dalam menghadapi permasalahan-permasalahnnya dengan Tini.

Tini dalam kisah ini digambarkan sebagai seorang perempuan ningrat, pintar, berpegang teguh pada prinsip, dan menghendaki persamaan. Namun di sisi lain, layaknya seorang wanita, Tini juga memiliki sikap rapuh dalam dirinya yang terlihat dari kecemburuannya terhadap Tono. Sikap Tini yang digambarkan sebagai seorang istri yang tidak mau hanya berdiam diri di rumah untuk mengurusi urusan rumah tangga, sementara dirinya mengetahui bahwa potensi yang ada pada dirinya bisa melebihi itu, menurut saya menjadi suatu penggambaran yang nyata atas konflik bagi setiap wanita di Indonesia hari ini, khususnya yang telah mengenyam pendidikan tinggi.

Jika dilihat-lihat, gambaran tokoh Tini ini mirip dengan R. Mungkin penggambaran ini berhasil dengan baik dituliskan oleh Armijn Pane karena beliau adalah salah satu penyunting buku kumpulan surat-surat Kartini tersebut. Inilah salah satu kalimat yang menurut saya sedikit banyaknya menggambarkan betapa Tini adalah wanita yang berfikir lebih dari zamannya: "Yu, waktu sekarang dua buah jalan yang dapat ditempuh oleh anak gadis bangsa kita.

Dahulu cuma sebuah saja, ialah jalan kawin. Dan barang siapa menyimpang jalan raya itu yang sebenarnya sempit - diejek orang, orang berbisik-bisik kalau dia lalu: "tidak laku". Dan kalau ada juga ada seorang yang berani menyimpang, pergi melalui jalan kedua, memang Yu Ni, sampai sekarang belum ada juga, yu, si berani itu akan selalu didesak-desak, sampai terdesak juga ke jalan raya: dia kawin juga.

Tetapi sekarang yu, sudah tiba waktunya. Kalau mesti aku rela binasa" h. Tono digambarkan sebagai sosok dokter penolong yang murah hati, sehingga dirinya sering disibukkan dengan rutinitas mengunjungi rumah-rumah pasien. Akan tetapi rasa-rasanya Tono mulai gamang apakah profesi dokter tersebut adalah benar-benar sesuatu yang diinginkannya. Hal ini dirasakannya karena saat masih sekolah, Tono dikatakan kurang cocok menjadi dokter sebab dirinya lebih tertarik pada hal-hal berbau seni.

Kemudian ditambah dengan sikap Tini yang acuh tak acuh pada dirinya, sering bepergian seorang diri, akhirnya rasa cinta Tini yang meredup tersebut digantikan oleh sosok Yah yang ternyata menyimpan rasa pada Tono. Tokoh Yah sekalipun tak terhindar dari sosok kontroversional, karena Yah adalah seorang penyanyi keroncong yang digambarkan pernah menjalani hidup yang gelap.

Namun, Yah disini dapat mengimbangi intelektualisme dari Tono sebagai seorang dokter, dan menjadi Oase bagi Tono dikala dirinya merasa "Rusuh". Meskipun pada awalnya saya merasa kesulitan membaca buku ini karena bahasa yang tinggi, namun hasrat saya untuk menyelesaikannya tidak pernah padam.

Hal ini karena issue yang disampaikan oleh Armijn Pane dalam buku ini sangat menarik, ditambah dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya sifatnya lebih filosofis. Secara sadar atau tidak sadar, permasalahan yang disajikan oleh tokoh-tokoh dalam cerita ini bagitu relevan dengan keadaan sekarang. Masing-masih oleh angan-angannya sendiri. Belenggu itu berangsur-angsur mengikat dan menghimpit semangat, pikiran, dan jiwa View 2 comments. Shelves: indonesia , translation , c20th , library-book-or-loan.

This book is a bit of a treasure, lent to me by an Indonesian friend, and probably not easy to source from bricks-and-mortar bookshops. Published in the hardback first edition, it was after a book of poetry the second title produced by the Lontar Foundation, set up in with these aims, as expressed on the Title page: Yayasan Lontar, the Lontar Foundation, is a non profit organisation whose aims are fostering a greater appreciation of Indonesian literature and culture, supporting the work of This book is a bit of a treasure, lent to me by an Indonesian friend, and probably not easy to source from bricks-and-mortar bookshops.

Published in the hardback first edition, it was after a book of poetry the second title produced by the Lontar Foundation, set up in with these aims, as expressed on the Title page: Yayasan Lontar, the Lontar Foundation, is a non profit organisation whose aims are fostering a greater appreciation of Indonesian literature and culture, supporting the work of authors and translators of Indonesian literature, and improving the quality of publication and distribution of Indonesian literary works and translations.

Shackles is ostensibly a rather melodramatic love triangle. This is the blurb from the Lontar website: Shackles is the story of a love triangle. Dr Sukartono and his independent-minded wife, Tini, are facing marital problems when the singer Rohayah enters into the mix. Unlike Tini, Rohayah is ready to provide Sukartono with the devotion he lacks at home. This story illustrates the confusion experienced by many Indonesians of the pre-independence generation as they struggled to overcome problems stemming from their tradition-bound society.

However, unless you are keen on melodramatic romance to make satisfying reading out of Shackles, it is essential to contextualise the story. Firstly, it is set in the s when middle-class educated Indonesians had telephones and cars but Indonesia was still a Dutch colony, Jakarta was still called Batavia, and the Independence Movement was still being firmly repressed. Sukarno, who became President of independent Indonesia in i. But as you might know from a reading of This Earth of Mankind The Buru Quartet 1 , by Pramoedya Ananta Toer, translated by Max Lane activists in the independence movement were frustrated by the ineffectual urban Indonesian elites, and all three of the characters in the love triangle can be seen to be more obsessed with their personal relationships than with casting off the colonial yoke.

What was it? Yes, that women today are asking for equal rights with men.

LEER Y ESCRIBIR DE ALBERTO MASFERRER PDF

Print Version

Read and reviewed as part of my Classics Club Challenge. Published in , Belenggu or Shackles in its English reincarnation is widely considered the first modern Indonesian novel. I agree with this assessment. Prior, Indonesian prose focused on the dramatic romances of star-crossed lovers with rotten villains twirling metaphorical moustaches. Granted, early Indonesian literature had cultural and social commentary to make up for the soapy melodrama, but for the most part, novels like Sitti Nurbaya have always elicited eye rolls from my part. Belenggu is a love story too.

CHESS OPENINGS TRAPS AND ZAPS PDF

Belenggu (Shackles) by Armijn Pane

Soul, Empe, A. Mada, A. Banner, and Kartono, [1] was an Indonesian author. In he joined the state publishing company, Balai Pustaka , where he worked throughout the Japanese occupation. Following the Proclamation of Indonesian Independence , he became editor of Spektrum , and a few years later, editor of the Indonesian Cultural Magazine. He was honoured for his work in literature by the Government of the Republic of Indonesia in His brother, Sanusi Pane , was also a well known writer and journalist.

HTP CASA ARBOL PERSONA PDF

Armijn Pane

The novel follows the love triangle between a doctor, his wife, and his childhood friend, which eventually causes each of the three characters to lose the ones they love. Originally published by the literary magazine Poedjangga Baroe in three instalments from April to June , it was the magazine's only published novel. It was also the first Indonesian psychological novel. The resulting novel, written to represent a stream of consciousness and using ellipses and monologues to show internal struggle, was very different from earlier Indonesian novels.

CATEYE TOMO XC CC-ST200 PDF

Belenggu / Armijn Pane.

.

Related Articles