ASKEP HIPEREMESIS GRAVIDARUM PDF

Learn more about Scribd Membership Home. Much more than documents. Discover everything Scribd has to offer, including books and audiobooks from major publishers. Start Free Trial Cancel anytime. WOC - Hiperemesis Gravidarum. Uploaded by Ruri Andrie Rusen.

Author:Mukree Gagal
Country:Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):12 December 2016
Pages:124
PDF File Size:4.36 Mb
ePub File Size:3.14 Mb
ISBN:136-9-65817-997-7
Downloads:96800
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kajishakar



Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Obstetri patologi. Asuhan Kebidanan. Sarwono Prawirohardjo, Ilmu Kebidanan, Obstetri Willson. Etiologi Penyebab Hiperemesisi Gravidarum secara pasti belum diketahui. Menurut Chin dkk,; Goodwin mentero, Mostman, Mengemukakan Hiperemesis Gravidarum dapat disebabkan oleh kadar estrogen yang tinggi dan hipertiroidisme, yang mungkin disebabkan peningkatan kadar gonadotropin korionik manusia.

Beberapa faktor predisposisi sbb : 1. Primigravida, mola hidotidosa, diabetes, dan kehamilan ganda akibat peningkatan kadar HCG. Faktor organik, karena masuknya villi khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik.

Faktor psikologik : keretakan rumah tangga, kehilangan pekerjaan, rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut memikul tanggung jawab. Faktor Endokrin : Hipertiroid, diabetes, dan lain-lain. Mual muntah disebabkan oleh masuknya bagian vilus ke dalam peredaran darah ibu, perubahan endokrin misalnya hipofungsi cortex gi suprarenalis, perubahan metabolik dan kurangnya pergerakan lambung.

Tanda dan Gejala a. Muntah yang berat b. Haus c. Dehidrasi d. Berat badan turun e. Keadaan umum mundur f. Kenaikan suhu g. Icterus h.

Gangguan cerebral kesadaran menurun delirium i. Macam-macam Hiperemesis Gravidarum Menurut berat ringannya gejala, hiperemesis dapat dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu : 1. Aseton dapt tercium dalam hawa pernapasan, dan dapat terjadi asetonuria. Keadaan ini akibat sangat kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks. Hiperemesis gravidarum ada yang kronik dan ada yang akut. Hiperemesis gravidarum kronik yaitu kemunduran terjadi dengan lambat laun.

Hiperemesis gravidarum akut yaitu kemunduran terjadi dalam beberapa hari misalnya 1 minggu. Penatalaksanaan Pertama-tama, bila ada keluhan hiperemesis gravidarum disingkirkan adanya gangguan sistematik lainnya, seperti ulkus peptikum, hepatitis, pielonefritis dan tumor otak yang dapat menimbulkan gejala muntah.

Langkah yang paling baik adalah pencegahan, sehingga emesis gravidarum yang dijumpai pada wanita hamil tidak berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. Peran bidan dan perawat adalah memberi penyuluhan kepada calon ibu dalam menghadapi gangguan mual dan muntah pada awal kehamilannya. Para calon ibu perlu diyakinkan bahwa kehamilan dan persalinan adalah suatu proses fisiologis dan gangguan mual muntah ini akan menghilang setelah kehamilan 4 bulan 16 minggu.

Ibu dianjurkan untuk makan lebih sering dengan porsi kecil dan menghindari makanan berlemak, terlalu manis dan yang berbau serta berbumbu merangsang makanan yang mengandung karbohidrat biskuit kering, roti bakar lebih baik dari pada gula-gula dan coklat sebagai sumber energi.

Untuk mengurangi keluhan mual muntah. Apabila muntah terus berlanjut dan menganggu kehidupan sehari-hari, wanita tersebut perlu dirawat inap di RS, dengan penatalaksanaan sebagai berikut : 1. Pemberian cairan pengganti Perlu diberi cairan intravena bila ada gejala dehidrasi. Bila perlu diberi tambahan kalium dan vitamin B kompleks dan C. Bila ada kekurangan protein juga dapat diberi asam amino secara intravena. Pendekatan Psikologik Wanita perlu diyakinkan bahwa penyakitnya dapt disembuhkan, hilangnya rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan.

Dengan pendekatan konseling dan dan mencoba menemukan konflik serta mencari jalan penyelesaian masalah psiko-sosial yang menjadi beban dan pencetus adanya hiperemesis gravidarum. Kalau perlu dan memungkinkan konsultasi dengan pekerja sosial, petugas pastoral dan psokolog. Penghentian Kehamilan Pada beberapa kasus pengobatan hoperemesis gravidarum tidak berhasil dan kondisi pasien menjadi makin memburuk. Perlu pemeriksaan medik dan psikologis yang teliti untuk mengetahui gangguan sistemik dan beratnya komplikasi.

Adanya delirium, somnolen sampai koma, kebutaan, takikardi, ikterus, anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik. Dalam kondisi demikian secara medik perlu adanya pertimbangan untuk penghentian kehamilan. Keputusan ini tidak mudah ditetapkan karena dengan pertimbangan moral tidak boleh terlalu cepat, tetapi dilain pihak tidak menunggu sampai kondisi irreversible pada organ vital.

Pengkajian 1. Diagnosa Keperawatan 1. Kekurangan nutrisi tidak sesuai dengan kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah, ketidakteraturan atau kurangnya pemasukan makanan. Hasil yang diharapkan : - Pasien mengenali tanda-tanda dini perubahan nutrisi - Pasien dapat mengenali tanda-tanda emesis gravidarum dan dapat mengatasi rasa tidak nyaman akibat mual muntah - Kebutuhan nutrisi terpenuhi - Tidak terjadi komplikasi Rencana tindakan : - Timbang BB dengan timbangan yang sama dan pakaian sejenis sama beratnya tiap hari atau jadwal sesuai dengan terapi atau kondisi pasien 2.

Takut berhubungan dengan perawatan di rumah sakit dan prognosis kehamilan Hasil yang diharapkan : - Pasien mengerti maksud dan tujuan perawatan di rumah sakit - Rasa takut berkurang - Pasien dapat beradaptasi dengan lingkungan di rumah sakit dan kooperatif dalam rencana asuhannya. Penyuluhan Tujuan : Tidak terjadi komplikasi pada ibu maupun anak. Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak bekerja sendirian, banyak pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.

Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada : - Th. Niluh Wayan Sunita AMK, selaku koordinator mata kuliah keperawatan maternitas - Staff perpustakaan yang telah memberi kesempatan pada penulis untuk menulis bahan-bahan diperpustakaan - Serta teman-teman TK. II kelas beata Teresa yang telah membantu penulis Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah selanjutnya. Kehamilan yang menyangkut nyawa ibu dan anak harus diperhatikan, sebab kehamilan bukanlah sekedar menyimpan anak dalam jangka waktu 9 bulan kemudian siap dilahirkan.

Namun kehamilan harus memperhatikan kesehatan ibu dan anak. Selama masa kehamilan banyak hal patologis juga yang dialami ibu sesuai dengan situasi dan kondisi. Salah satu hal patologis ialah hyperemesis gravidarum dan Abortus. Hyperemesis Gravidarum merupakan mual dan muntah yang berlebihan disaat kehamilan, yang menyebabkan dehidrasi, defisiensi nutrisi, penurunan berat badan dan mengganggu pekerjaan sehari-hari.

Ibu hamil membutuhkan nutrisi yang baik agar pertumbuhan dan perkembangan bayi secara sempurna, namun bila ibu hamil mengalami Hyperemesis Gravidarum, nutrisi ibu berkurang sehingga mengancam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah ini perlu diatasi dan ditanggulangi, dalam menangani ibu hamil yang mengalami hal ini harus sesuai dengan keadaan ibu. Abortus adalah berakhirnya kehamilan melalui cara apapun sebelum janin mampu bertahan hidup. Obstetri Williams.

Hal: Ibu hamil yang mengalami aborsi akan mengalami perdarahan, gangguan psikologis. Oleh karena itu kelompok kami membahas mengenai Asuhan keperawatan Abortus. Agar kita bisa memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.

Hyperemesis Gravidarum disebabkan oleh kadar estrogen yang tinggi dan hipertroidisme yang mungkin disebabkan peningkatan kadar gonadotropin korionik manusia. Menurut berat ringannya gejala hyperemesis dibagi 3 tingkatan yaitu : - Tingkatan 1 : Ringan, mual muntah sehingga penderita lemah - Tingkatan 2 : Sedang, mual dan muntah yang hebat keadaan penderita lebih parah - Tingkatan 3 : Berat, keadaan wanita makin menurun dari tingkatan 2 Abortus adalah berakhirnya kehamilan melalui cara apapun sebelum janin mampu bertahan hidup.

Abortus dapat diklasifikasikan menjadi : 1. Abortus Abortus spontanea abortus yang berlangsung tanpa tindakan o Abortus imminens o Abortus insipiens o Abortus inkompletus o Abortus kompletus 2. Abortus provokatus abortus yang sengaja dibuat Saran Dengan mempelajari dan memahami tentang hyperemesis Gravidarum dan abortus pada ibu hamil.

Mahasiswa diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan yang tepat. Kami mohon maaf jika ada kesalahan kata-kata dalam penulisan makalah ini, penulis juga meminta kritik dan saran agar bisa memperbaiki. Terima kasih. Obstetri Patologi. Bandung :Elstan offset St. Carolus Komisi Keperawatan. Standar Asuhan Keperawatan Hyperemesis Gravidarum.

Jakarta : Komisi Keperawatan St. Carolus Susan M. Ilmu Kebidanan. Report "Askep hiperemesis gravidarum". Please fill this form, we will try to respond as soon as possible. Your name. Close Submit. Please copy and paste this embed script to where you want to embed Embed Script. Size px x x x x We need your help!

ANTISKID SYSTEM OF SUPERSONIC PDF

WOC - Hiperemesis Gravidarum

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Obstetri patologi.

CIN CONFIGURATION IN SAP FICO PDF

Askep hiperemesis gravidarum

Recommend Documents. Askep Nanda,Nic,Noc Glomerulonefritis askep. Askep Nanda,Noc,Nic Thypoid askep nanda,noc,nic thypoid. Nanda, Noc, Nic Lengkap Keperawatan diagnostic. Nanda Noc Nic Difteri difteri. Askep hiperemesis gravidarum Askep hiperemesis gravidarumDeskripsi lengkap.

EFECTO PROZONA PDF

Askep Hiperemesis Gravidarum Nanda Nic Noc

.

Related Articles