ANALISIS KADAR LEMAK METODE SOXHLET PDF

Biji kakao yang merupakan bahan dasar untuk membuat cokelat diproduksi sekitar ribu ton di Indonesia setiap tahunnya. Hal ini mengidentifikasikan peran penting kakao baik sebagai sumber lapangan kerja maupun pendapatan bagi petani. Namun kenyataannya industri pengolahan kakao dan industri cokelat justru berada di negara-negara Eropa Belgia, Inggris, dan Swiss , Amerika Serikat, serta Singapura dan Malaysia sehingga nilai tambah tidak dinikmati Indonesia sebagai penghasil biji kakao. Kalangan industri menilai mutu biji kakao tergantung tiga aspek yaitu rendemen lemak, kemurnian dan kontaminasi, dan aroma dan citarasa. Lemak merupakan komponen termahal dari biji kakao sehingga nilai ini dipakai oleh konsumen sebagai salah satu tolak ukur penentuan harga. Oleh karena itu metode penentuan mutu secara cepat dan tepat diperlukan untuk menghasilkan komoditas biji kakao kualitas tinggi yang disyaratkan negara konsumen.

Author:Zuhn Faunris
Country:Saint Kitts and Nevis
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):12 April 2011
Pages:159
PDF File Size:8.16 Mb
ePub File Size:17.92 Mb
ISBN:220-7-69828-478-4
Downloads:35490
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulubar



Embed Size px x x x x Lemakmerupakan senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik nonpolar, misalnya dietil eter C2H5OC2H5 , kloroform CHCl3 , benzena, hexana dan hidrokarbonlainnya. Lemak dapat larut dalam pelarut tersebut karena lemakmempunyai polaritas yang sama dengan pelarut Herlina Dalam mengetahui kadar lemak yang terdapat di bahan pangan dapat dilakukan denganmengekstraksi lemak.

Namun mengekstrak lemak secara murni sangat sulit dilakukan, sebab pada waktu mengekstraksi lemak, akan terekstraksi pula zat-zat yang larut dalam lemak seperti sterol, phospholipid, asam lemak bebas, pigmen karotenoid, khlorofil, dan lain-lain.

Pelarut yang digunakan harus bebas dari air pelarutanhydrous agar bahan-bahan yang larut dalam air tidak terekstrak dan terhitung sebagai lemak dan keaktivan pelarut tersebut menjadi berkurang.

Sifat-sifatdari lemakdapat diidentifikasidengan beberapa metodeTerdapat dua metodeuntuk mengekstraksi lemak yaitu metode ekstraksi kering dan metode ekstraksi basah.

Metode kering pada ekstraksi lemak mempunyai prinsip bahwa mengeluarkan lemak dan zat yang terlarut dalam lemak tersebut dari sampel yang telah kering benar dengan menggunakan pelarutanhydrous. Keuntungan dari dari metode kering ini, praktikum menjadi amat sederhana, bersifat universal dan mempunyai ketepatan yang baik. Kelemahannya metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, pelarut yang digunakan mudah terbakar dan adanya zat lain yang ikut terekstrak sebagai lemak.

Pada praktikum penetapan kadar lemak ini digunakan metode ekstraksi kering yaitu metodeSoxhlet. TujuanPraktikum penetapan lemak kasar dan komponen lipid dilakukan dengan tujuan agar praktikan dapat mengetahui kadar lemak yang terkandung dalam suatu bahan pangan.

Metode yang digunakan tergolong dalam metode ekstraksi kering yaitu metodeSoxhlet. Ekstraksi dengan pelarut semikontinu memenuhi ruang ekstraksi selama 5 sampai dengan 10 menit dan secara menyeluruh memenuhi sampel kemudian kembali ke tabung pendidihan. Kandungan lemak diukur melalui berat yang hilang dari contoh atau berat lemak yang dipindahkan. Metode ini menggunakan efek perendaman contoh dan tidak menyebabkan penyaluran. Walaupun begiru, metode ini memerlukan waktu yang lebih lama daripada metode kontinu Nielsen Prinsip Soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.

Soxhlet terdiri dari pengaduk atau granul anti-bumping,still pot wadah penyuling,bypass sidearm,thimbleselulosa,extraction liquid, syphon arm inlet, syphon arm outlet, expansion adapter, condenser pendingin , cooling water in,dancooling water out Darmasih Langkah-langkah dalam metode Soxhlet adalah : menimbang tabung pendidihan ; menuangkan eteranhydrousdalam tabung pendidihan, susun tabung pendidihan, tabung Soxhlet, dan kondensator ; ekstraksi dalam Soxhlet ; mengeringkan tabung pendidihan yang berisi lemak yang terekstraksi pada oven C selama 30 menit ; didinginkan dalam desikator lalu ditimbang Nielsen Sampel yang sudah dihaluskan, ditimbang 5 sampai dengan 10 gram dan kemudian dibungkus atau ditempatkan dalam Thimble selongsong tempat sampel , di atas sampel ditutup dengan kapas.

Pelarut yang digunakan adalah petroleum spiritus dengan titik didih 60 sampai dengan 80C. Selanjutnya, labu kosong diisi butir batu didih. Fungsi batu didih ialah untuk meratakan panas. Setelah dikeringkan dan didinginkan, labu diisi dengan petroleum spiritus 60 80C sebanyak ml. Digunakan petroleum spiritus karena kelarutan lemak pada pelarut organik. Thimbleyang sudah terisi sampel dimasukan ke dalam Soxhlet.

Soxhlet disambungkan dengan labu dan ditempatkan pada alat pemanas listrik serta kondensor. Alat pendingin disambungkan dengan Soxhlet. Air untuk pendingin dijalankan dan alat ekstraksi lemak kemudian mulai dipanaskan Darmasih Ketika pelarut dididihkan, uapnya naik melewati Soxhlet menuju ke pipa pendingin.

Air dingin yang dialirkan melewati bagian luar kondensor mengembunkan uap pelarut sehingga kembali ke fase cair, kemudian menetes kethimble. Pelarut melarutkan lemak dalamthimble, larutan sari ini terkumpul dalamthimbledan bila volumenya telah mencukupi, sari akan dialirkan lewat sifon menuju labu. Proses dari pengembunan hingga pengaliran disebut sebagai refluks. Proses ekstraksi lemak kasar dilakukan selama 6 jam. Setelah proses ekstraksi selesai, pelarut dan lemak dipisahkan melalui proses penyulingan dan dikeringkan Darmasih Faktor yang Memengaruhi Kadar LemakFaktor-faktor yang memengaruhi laju ekstraksi adalah tipe persiapan sampel, waktu ekstraksi, kuantitas pelarut, suhu pelarut, dan tipe pelarut.

Dibandingkan dengan cara maserasi, ekstraksi dengan Soxhlet memberikan hasil ekstrak yang lebih tinggi karena pada cara ini digunakan pemanasan yang diduga memperbaiki kelarutan ekstrak. Makin polar pelarut, bahan terekstrak yang dihasilkan tidak berbeda untuk kedua macam cara ekstraksi.

Fenolat total yang tertinggi didapatkan pada proses ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Sifat antibakteri tertinggi terjadi pada ekstrak yang diperoleh dari ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat untuk ketiga macam bakteri uji Gram-positif.

Semua ekstrak tidak menunjukkan daya hambat yang berarti pada semua bakteri uji Gram-negatif Lucas dan David CrackersCrackersadalah jenis biskuit yang terbuat dari adonan keras melalui proses fermentasi atau pemeraman, berbentuk pipih yang mengarah kepada rasa asin dan renyah, serta bila dipatahkan penampang potongannya berlapis-lapis. Crackerstanpa pemanis merupakan tipe yang paling populer yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti roti dan penggunaanya lebih luas sebagai makanan diet.

Ciri-ciricrackersyang baik adalah tekstur yang renyah, tidak keras apabila digigit, tidak hancur, dan mudah mencair apabila dikunyah. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatancrackersdapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan-bahan yang berfungsi sebagai pengikat dan bahan pelembut tekstur.

Bahan pengikat atau pembentuk adonan yang kuat adalah tepung terigu, air, dan garam, sedangkan bahan-bahan yang berfungsi sebagai pelembut tekstur adalah gula, mentega, danleavening agent baking powder sebagai bahan pengembang Manley Normal heksana tidak berwarna dan memiliki bau yang tajam.

Bahan ini mudah terbakar dan uapnya bersifat eksplosif. Kebanyakan heksana digunakan pada industri sebagai pelarut. Pelarut yang menggunakan n-heksana bisanya digunakan untuk mengestrak minyak sayuran dari hasil pertanian, seperti kedelai. Pelarut ini juga digunakan sebagai agen pembersih pada percetakan, tekstil,furniture,dan industri pembuatan sepatu. Heksana larut hanya pada air. Kebanyakann-heksana yang tumpah di air akan mengapung ke permukaan dimana heksana akan menguap ke udara U.

Department of Health and Human Services Alat dan BahanAlat-alat yang digunakandalam praktikum penetapan lemak dengan metodeSoxhletadalahkertas saring, kaca arloji, eksikator, kondensor, labu lemak,gelas ukur, Soxhlet, oven, timbangananalitik,desikator. Selanjutnya, bahan-bahan yang digunakan adalah pelarut lemak hexana , biskuit. Setelah selesai, pelarut kemudian disuling kembali dan labu lemak diangkat dan dikeringkan dalam oven pada suhu C.

Crackersyang digunakan adalahcrackersmerk Ritz. Untuk langkah awal s. View Download 0 Category Documents. Ahmad Sulaeman M. Prosedur PercobaanLabu lemak disiapkandan ditimbang terlebih dahulu sebelumdigunakan. Labu lemak kemudian dikeringkan dalam oven selama 30 menitdalam suhu C. Sampel ditimbang tepat3gram di dalam kertas saring yang sesuai ukurannya. Pelarut lemak dimasukkan kedalam labu lemak secukupnya.

Analisis Minyak Dan Lemak Documents. Color Test analisis warna minyak dan lemak Documents. Comparison of Soxhlet and Accelerated Solvent Extraction Extraction of oil from oil cake by soxhlet Engineering. Pengaruh cara pemberian ransum terhadap distribusi lemak

AUDIO TECHNICA PRO49QL PDF

PENETAPAN KADAR LEMAK PADA PRODUK YOGHURT NABATI DENGAN METODE EKSTRAKSI SOXHLET

Analisis Lipida Pangan. Setyaningrum Ariviani. Tujuan Analisis Lipida. Pentingnya analisis kadar lipida pangan. Metode Ekstraksi Pelarut. Ekstraksi kering:.

DIETA MONTIGNAC ESPECIAL MUJER PDF

analisis lemak soxhlet

.

HANDBRAKE 0.9.8 USER GUIDE PDF

Analisis Lipida Pangan 1 ( Analisis Kadar Dan Sifat Fisikokimia)

.

DIDAHIA CELOR 12 APOSTOLI PDF

Analisis Lemak Pada Pangan

.

Related Articles